Minggu, 14 Februari 2016

Sosiologi sebagai Landasan Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Manusia adalah makhluk hidup yang diberikan berbagai potensi oleh Allah SWT, setidaknya manusia diberikan panca indera dalam hidupnya, namun tentu saja potensi yang dimilikinya harus digunakan semaksimal mungkin sebagai bekal dalam menjalani hidupnya, untuk memaksimalkan semua potensi yang dimiliki oleh kita sebagai manusia tentunya harus ada sesuatu yang mengarahkan dan membimbingnya supaya berjalan dan terarah sesuai dengan apa yang diharapkan.
Mengingat begitu besar dan berharganya potensi yang dimiliki manusia maka manusia harus dibekali dengan pendidikan yang cukup sejak dini, di lain pihak manusia juga memiliki kemampuan dan diberikan akal pikiran yang berbeda dengan makhluk yang lain, sedangkan pendidikan itu adalah usaha yang disengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan manusia agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya,
Pendidikan dalam kaca mata sosiologi adalah warisan budaya dari generasi ke generasi, agar kehidupan masyarakat berkelanjutan dengan ilmu pengetahuan dan identitas masyarakat berakhlak karimah tetap terpelihara, sosialitas merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari dan hampir setiap kegiatan manusia tidak terlepas dari unsur sosial.
Memasuki abad ke-21 dan menyongsong milenium ketiga tentu akan terjadi banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat sebagai akibat dari era globalisasi, tak hanya perubahan sosial, pendidikan pun terpengaruh akibat dari pergeseran paradigma pendidikan yang mengubah cara hidup, berkomunikasi, berpikir, dan cara bagaimana mencapai kesejahteraan, dengan mengetahui begitu pesatnya arus perkembangan dunia diharapkan dunia pendidikan dapat merespon hal-hal tersebut secara baik dan bijak yang berlandaskan sosiologi.
Proses belajar mengajar adalah inti dari kegiatan pendidikan secara keseluruhan, dalam proses belajar mengajar tersebut tidak akan terealisasi tanpa adanya landasan yang menopangi, landasan yang dimaksud adalah landasan pendidikan, landasan  pendidikan diperlukan agar pendidikan yang sedang berlangsung mempunyai pondasi atau pijakan yang kuat.
Pendidikan dipercaya dapat membangun kecerdasan sekaligus kepribadian anak manusia menjadi lebih baik, namun, apa jadinya jika pendidikan hanya mementingkan  intelektual semata tanpa membangun karakter peserta didiknya, pembangunan karakter tersebut dapat dilakukan oleh seorang tenaga pendidik terhadap muridnya, maka disinilah proses interaksi berlangsung, proses interaksi ini dapat dikatakan sebagai proses sosiologis dalam pendidikan, banyaknya proses interaksi yang kurang selaras di dunia pendidikan mengakibatkan para pelajar tidak tercetak secara optimal.
Untuk itu sangatlah penting sebuah interaksi antara tenaga pendidik dengan muridnya di dunia pendidikan agar mampu mencetak para pelajar secara optimal.

















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Landasan Sosiologi dan Pendidikan
Sosiologi lahir dalam abad ke-19 di Eropa, karena pergeseran pandangan tentang masyarakat, sebagai ilmu empiris (ilmu pengetahuan yang di dapat dengan pengetahuan) yang memperoleh pijakan yang kokoh, sosiologi sebagai ilmu yang otonom (berdiri sendiri/tidak tergantung pada lainnya) dapat lahir karena terlepas dari pengaruh filsafat, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan positif yang memepelajari masyarakat dan berbagai tindakan sosial yang menjelma dalam realitas sosial.
Kegiatan pendidikan merupakan suatu proses interaksi antara dua individu bahkan dua generasi yang memungkinkan generasi muda memperkembangkan diri, kegiatan pendidikan yang sistematis terjadi di lembaga sekolah yang dibentuk oleh masyarakat, perhatian sosiologi pada pendidikan semakin intensif (sungguh-sungguh dan berkelanjutan agar optimal) dengan meningkatnya prihal-prihal tersebut maka lahirlah sebuah sosiologi sebagai landasan pendidikan.
Landasan sosiologis pendidikan di Indonesia meliputi keseluruhan bagian yang perlu untuk menjadikan keutuhan yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat:
1.    Kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan dan musyawarah untuk suatu keputusan.
2.    Kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat.
3.    Negara melindungi warga negaranya
4.    Selaras serasi seimbang antara hak dan kewajiban.
Oleh karena itu pendidikan di ndonesia tidak hanya meningkatkan kualitas manusia orang perorang melainkan juga kualitas struktur masyarakatnya.
Sifat sebagai makhluk sosial sudah dimiliki sejak dini dan tampaknya merupakan potensi yang dibawa sejak lahir, dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial menjadikan sosiologi sebagai landasan bagi proses dan pelaksanaan pendidikan karena memang karakteristik dasar manusia sebagai makhluk sosial akan berkembang dengan baik dan menghasilkan kebudayaan-kebudayaan yang bernilai serta peradaban tinggi melalui pendidikan.
Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian, pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain tetapi juga memungkinkan secara otodidak, Setiap pengalaman yang memiliki efek terikat pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi.
Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Tujuan pendidikan adalah menciptakan seseorang yang berkwalitas dan berkarakter sehingga memiliki pandangan yang luas kedepan untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan dan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di dalam berbagai lingkungan. Karena pendidikan itu sendiri memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan.
B.      Landasan Dalam Sosiologis Pendidikan
Landasan sosiologi mengandung norma dasar pendidikan yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa, untuk memahami kehidupan bermasyarakat suatu bangsa kita harus memusatkan perhatian pada pola hubungan antar pribadi dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut untuk terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan damai, terciptalah nilai-nilai sosial yang dalam perkembangannya menjadi norma-norma sosial yang mengikat kehidupan bermasyarakat dan harus dipatuhi oleh masing-masing anggota masyarakat.
C.      Penerapan Landasan Sosiologis Pendidikan
Masyarakat Indonesia setelah kemerdekaan utamanya pada zaman pemerintahan orde baru telah banyak memiliki perubahan, sebagai masyarakat berkelompok maka komunitas dengan ciri-ciri unik demikian pula halnya dengan sifat-sifat dasar dari zaman penjajahan belum terhapus seluruhnya, namun dengan niat yang kuat menjadi suatu masyarakat bangsa indonesia serta dengan kemajuan dalam berbagai bidang pembangunan, berbagai upaya yang ingin mewujudkan persatuan dan kesatuan yang kokoh, berbagai upaya tersebut dilaksanakan dengan tidak mengabaikan kenyataan tentang kemajemukan masyarakat indonesia, hal terakhir tersebut kini makin mendapat perhatian yag semestinya dengan antara lain memasukkannya muatan local di dalam kurikulum sekolah, muatan lokal yang didasarkan pada kebhinekaan masyaraka indonesia.
E.       Fungsi Kajian Landasan Sosiologis Pendidikan
Menjelaskan atau memberikan pemahaman tentang kenyataan yang termasuk ke dalam ruang lingkup pembahasannya, baik dari lingkungan sendiri maupun dari lingkungan lain serta informasi tentang masalah dan tantangan yang dihadapi, dengan informasi yang lengkap dan akurat komunikan akan memperoleh pemahaman dan wawasan yang baik dan akan dapat menafsirkan fenomena-fenomena yang dihadapi secara akurat.
















BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Landasan sosiologis mengandung norma dasar pendidikan yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa, untuk memahami kehidupan bermasyarakat suatu bangsa kita harus memusatkan perhatian pada pola hubungan antar pribadi dan antar kelompok dalam masyarakat tersebut untuk terciptanya kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai, terciptalah nilai-nilai sosial yang dalam perkembangannya menjadi norma-norma sosial yang mengikat kehidupan bermasyarakat dan harus dipatuhi oleh masing-masing anggota masyarakat.
Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional, hal tersebut sangatlah wajar, mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat, berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan masyarakat terutama dalam hal menumbuhkembangkan ke-Bhineka tunggal ika-an, baik melalui kegiatan jalur sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah.
اقرأ باسم ربك الذي خلق. خلق الإنسان من علق.
Dari ayat di atas ada dua poin berharga yang dapat kita fahami, yang pertama: kita sudah tahu bahwasannya ayat tersebut adalah ayat pertama (wahyu) yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan ternyata ayat pertama menjelaskan tentang salah satu wasilah terpenting dalam pendidikan yaitu MEMBACA.
Yang kedua adalah ayat selanjut yang menjelaskan betapa pentingnya SOSIALITAS atau bahwasannya manusia hidup saling membantu, membutuhkan satu sama lain.
 
وقال : من علق فذكره بلفظ الجمع ; لأنه أراد بالإنسان الجمع اي أن الإنسان يرتبط بالمجتمع (تفسير القرطبي)
Ayat pertama (al-qur’an) yang turun kepada Rasulullah SAW. Mengandung dua hal penting yang ada dalam pembahasan kita yaitu Pendidikan dan Sosiologi.


B.       Saran
 Manusia sebagai makhluk sosial, maka setiap manusia seharusnya menjadikan sosiologi sebagai landasan bagi proses dan pelaksanaan pendidikan, karena memang karakteristik dasar manusia sebagai makhluk sosial akan berkembang dengan baik dan menghasilkan kebudayaan-kebudayaan yang bernilai serta peradaban tinggi melalui pendidikan. Maka perlu adanya komitmen dari pemerintah untuk memberikan suatu pengembangan yang memadai tentang sosiologi pendidikan. Seperti tampak seperti ini seharusnya pendidikan melaksanakan pengembangan, yang dilaksanakan umumnya tidak memilih salah satu tetapi seharusnya diupayakan seimbang antara pelestarian dan pengembangan sosial.



DAFTAR RUJUKAN

Tirtarahardja, U. & Sula, S. L. L. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Ruswandi, Uus & Hermawan Heris, A. 2008. Nurhamzah. Landasan Pendidikan. Bandung: CV. Insan Mandiri.
Sutikno Sobry. M. 2008. Landasan Pendidikan. Bandung: Prospect.
Tugasmenulis.blogspot.com

Bilqulub.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar